Lembaga survei pada pemilu capres-cawapres banyak bermunculan, menjamur dengan beragam kepentingan politik tidak adanya kejelasan standarisasi perhitungan suara (Perolehan Suara Pilpres), mereka lembaga survei ramai-ramai membeberkan hitung cepat pemilu 2014 sendiri ke publik yang sekarang ini banyak terlihat di televisi. Alhasil mereka (televisi) sekarang ini mendapatkan teguran oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang menghimbau agar semua lembaga penyiaran untuk menghentikan penayangan klaim kemenagan (Quick Count Pilres 2014) pasangan capres-cawapres (Hasil Capres 2014) yang tidak jelas tersebut dengan menampilkan hasil berbeda-beda. KPI juga meminta agar seluruh lembaga penyiaran tidak berlebihan dalam menyiarkan hasil hitung cepat atau quick count Pilpres 2014.

0 comments:
Post a Comment