Ilmuwan mengatakan bahwa puncak badai matahari terbesar terjadi pada Sabtu pagi dan berakhir hingga Minggu (15/7). Badai matahari ini diperkirakan akan menampilkan pertunjukkan langit yang memukau.Dilansir Redorbit, Minggu (15/7/2012), menurut Associated Press (AP), badai matahari itu telah berlangsung sejak Kamis. Ketika itu matahari melepaskan solar flare yang kuat. Berdasarkan catatan ilmuwan, ini merupakan peristiwa yang ke enam kalinya terjadi di tahun ini.
Sementara NOAA Space Weather Prediction Center di Boulder, Colorado, Amerika Serikat, mengatakan bahwa peristiwa alam yang langka itu dijadwalkan akan tiba Sabtu pagi. Beberapa sumber juga mengungkapkan badai matahari akan mencapai Bumi pada pukul 5am dan 9am di wilayah Timur.
Melissa Abbey dari CNN menuliskan dalam blog, terdapat awan dengan partikel bermuatan tinggi. Partikel bermuatan tinggi itu dikenal sebagai coronal mass ejection yang dinilai oleh NOAA memiliki nilai rendah dari pengukuran skala lima poin.
Ini menandakan bahwa massa partikel itu bisa menempuh perjalanan tiga juta mil per jam. Sehingga, dilaporkan efek dari terpaan partikel tersebut ke Bumi akan mempengaruhi sistem tenaga atau radio berfrekuensi tinggi.
Ilmuwan di Space Weather Prediction Center mengatakan pada AP, mereka telah menginformasikan pada operator jaringan listrik, penerbangan dan pihak lain yang berpotensi mendapatkan pengaruh dari badai matahari.
Badai matahari ini diketahui bisa menyebabkan pemadaman, baik listrik, sinyal Global Positioning System (GPS) dan gangguan komunikasi pada radio. Selain itu, berpotensi memberikan kerusakan pada satelit dan radiasi tambahan yang bisa menunda penerbangan pesawat. okezone.com
0 comments:
Post a Comment